Minggu, 10 Maret 2013

laporan uji nyala


LAPORAN EKSPERIMEN
UJI NYALA PADA NASI PUTIH, RAMBUT BERUBAN,
KAYU dan BATANG PISANG


 






Disusun Oleh                          : Kelompok 5
Anggota                                  :
1.   Anissa Marleen Fitriyani
2.   Halimah Assa’diyah
3.   Lisda Nurmala
4.   Rizky Amalia Latief
Kelas                                        : XII IPA 1
MAN 2 KOTA CIREBON
Jalan Pelandakan No. 1
2012 M / 1433 H

UJI NYALA PADA NASI PUTIH, RAMBUT BERUBAN,
BATANG POHON PISANG dan KAYU

I.            Tujuan
Menyelidiki warna nyala pada nasi putih, rambut beruban, batang pohon pisang dan kayu .
II.             Teori Dasar dan Hipotesis
A.    Teori Dasar
Ø  Keberadaan Unsur-unsur di Alam
      Dari 118 unsur yang diketahui, sekitar 90 unsur berada di alam dan sisanya merupakan unsur-unsur sintesis (unsur buatan). Sebagian dari unsur tersebut terdapat sebagai unsur bebas, tetapi lebih banyak yang berupa senyawa, sedangkan unsur-unsur gas mulia terdapat sebagai unsur bebas. Sebagian besar logam diperoleh dan deposit tanah, bahan-bahan alam yang mengandung unsur atau senyawa tertentu disebut juga sebagai mineral.
Ø  Berikut adalah sifat-sifat yang terdapat pada beberapa unsur :
1.      Sifat-sifat Unsur Golongan Utama
a.      Sifat Halogen
Ø  Halogen merupakan golongan yang sangat reaktif dalam menerima elektron dan bertindak sebagai oksidator kuat dalam satu golongan. Makin ke atas, oksidator makin kuat.
Ø  Keelektronegatifan halogen dalam satu golongan makin ke atas makin besar.
Ø  Jari-jari atom halogen dalam satu golongan makin ke atas makin kecil .Ini berarti makin ke atas ukuran molekul makin kecil, maka gaya tarik-menarik antar-molekul (gaya Van der Waals) akan makin kecil. Perhatikan juga titik didih dan titik lelehnya, makin ke atas makin kecil..
Ø  Unsur golongan halogen bersifat oksidator. makin ke atas, daya oksidasinya (oksidator) makin kuat.
Ø  Mempunyai bilangan oksidasi lebih dari satu, kecuali fluor.
b.      Sifat Fisika Halogen
http://noviakimiapasca.files.wordpress.com/2011/05/sifat-fisis-halogen.jpg?w=486&h=298&h=206
2.      Gas Mulia
Unsur-unsur gas mulia dalam sistem periodik menempati golongan VIII A yang terdiri dari unsur Helium (He), Neon (Ne), Argon (Ar), Kripton (Kr), Xenon (Xe) dan Radon (Rn).

Ø  Sifat  Gas Mulia
http://noviakimiapasca.files.wordpress.com/2011/05/sifat-fisis-gas-mulia.jpg?w=488&h=311&h=222
Wujud gas mulia
Unsur gas mulia terdapat sebagai gas tak berwarna yang monoatomik, ini erat kaitannya dengan struktur elektron oktet dan duplet dari gas mulia. Sedangkan wujud gas pada suhu kamar disebabkan titik cair dan titik didih gas mulia yang rendah.
Titik cair dan titik didih
Titik cair dan titik didih gas mulia meningkat dengan bertambahnya nomor atom. Hal ini disebabkan semakin bertambahnya gaya dispersi antar atom gas mulia sesuai bertambahnya massa atom relatif (Ar).
Kelarutan
Kelarutan gas mulia dalam air bertambah besar dari Helium (He) hingga Radon (Rn). Pada suhu 0 °C dalam 100 ml air terlarut 1 ml He, 6 ml Ar, dan 50 ml Rn.





3.      Alkali
1.      http://noviakimiapasca.files.wordpress.com/2011/05/sifat-fisis-alkali.jpg?w=481&h=320&h=218Sifat Fisis Alkali






Dapat dilihat bahwa sebagai logam, golongan alkali tanah mempunyai sifat yang tidak biasa, yaitu titik lelehnya yang relatif rendah, rapatannya yang relatif rendah, dan kelunakannya. Semua unsur logam alkali ini dapat dengan mudah diubah bentuknya dengan memencetnya di antara jempol dan jari telunjuk (dengan melindungi kulit baik-baik). Unsur-unsur pada golongan ini mempunyai energi ionisasi dan keelektronegatifan ratarata yang paling rendah. Hal ini dikarenakan ukuran atom dan jarak yang relatif besar antara elektron terluar dengan inti
2. Sifat Kimia Alkali
http://noviakimiapasca.files.wordpress.com/2011/05/sifat-kimia-alkali.jpg?w=560&h=336&h=278









4.      Logam Alkali Tanah
http://noviakimiapasca.files.wordpress.com/2011/05/sifat-fisis-alkali-tanah.jpg?w=431&h=303&h=1921.Sifat Fisis Alkali Tanah






Unsur logam alkali tanah (IIA) ini terdiri dari Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra. Golongan ini mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan golongan IA.
2.      Sifat Kimia Alkali Tanah
http://noviakimiapasca.files.wordpress.com/2011/05/sifat-kimia-alkali-tanah.jpg?w=546&h=346&h=282







5.      Unsur Perioda Ketiga
a.      Sifat Fisika Unsur-unsur Periode Ketiga
      Unsur-unsur yang ada di dalam periode ketiga terdiri dari unsur logam (Na, Mg, Al), metaloid (Si), nonlogam (P, S, Cl), dan gas mulia (Ar). Keelektronegatifan unsur-unsur periode ketiga semakin ke kanan semakin besar diakibatkan oleh jari-jari atomnya yang semakin ke kanan semakin kecil. Kekuatan ikatan antaratom dalam logam meningkat (dari Na ke Al). Hal ini berkaitan dengan pertambahan elektron valensinya. Unsur ini mempunyai ikatan kovalen yang sangat besar, begitu juga dengan fosfor, belerang, dan klorin yang merupakan isolator karena termasuk unsur nonlogam.
b.      Sifat Kimia Unsur-unsur Periode Ketiga
      Natrium merupakan reduktor terkuat, sedangkan klorin merupakan oksidator terkuat. Meskipun natrium, magnesium, dan aluminium merupakan reduktor kuat, tetapi kereaktifannya berkurang dari Na ke Al. Sedangkan silikon merupakan reduktor yang sangat lemah, jadi hanya dapat bereaksi dengan oksidator-oksidator kuat, misalnya klorin dan oksigen. Di lain pihak selain sebagai reduktor, fosfor juga merupakan oksidator lemah yang dapat mengoksidasi reduktor kuat, seperti logam aktif. Sedangkan belerang yang mempunyai daya reduksi lebih lemah daripada fosfor ternyata mempunyai daya pengoksidasi lebih kuat daripada fosfor. Sementara klorin dapat mengoksidasi hampir semua logam dan nonlogam karena klorin adalah oksidator kuat.
6.      Unsur Transisi 
http://noviakimiapasca.files.wordpress.com/2011/05/sifat-fisis-transisi.jpg?w=469&h=376&h=270
Pada sistem periodik unsur, yang termasuk dalam golongan transisi adalah unsur-unsur golongan B, dimulai dari IB – VIIB dan VIII. Pada bagian ini unsur-unsur transisi yang akan dibahas adalah unsur transisi pada periode 4, yang terdiri dari skandium (Sc), titanium (Ti), vanadium (V), krom (Cr), mangan (Mn), besi (Fe), kobalt (Co), nikel (Ni), tembaga (Cu), dan seng (Zn).
Ø  Sifat Logam Transisi
Semua unsur transisi adalah logam, yang bersifat lunak, mengkilap, dan penghantar listrik dan panas yang baik. Dibandingkan dengan golongan IA dan IIA, unsur logam transisi lebih keras, punya titik leleh, titik didih, dan kerapatan lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena unsur transisi berbagi elektron pada kulit d dan s, sehingga ikatannya semakin kuat.
Ø  Bilangan Oksidasi
      Tidak seperti golongan IA dan IIA yang hanya mempunyai bilangan oksidasi +1 dan +2, unsur-unsur logam transisi mempunyai beberapa bilangan oksidasi. Seperti vanadium yang punya bilangan oksidasi +2, +3, dan +4.
Ø  Sifat Kemagnetan
      Setiap atom dan molekul mempunyai sifat magnetik, yaitu paramagnetik, di mana atom, molekul, atau ion sedikit dapat ditarik oleh medan magnet karena ada elektron yang tidak berpasangan pada orbitalnya dan diamagnetik, di mana atom, molekul, atau ion dapat ditolak oleh medan magnet karena seluruh elektron pada orbitnya berpasangan. Sedangkan pada umumnya unsur-unsur transisi bersifat paramagnetik karena mempunyai elektron yang tidak berpasangan pada orbital-orbital d-nya. Sifat paramagnetik ini akan semakin kuat jika jumlah elektron yang tidak berpasangan pada orbitalnya semakin banyak. Logam Sc, Ti, V, Cr, dan Mn bersifat paramagnetik, sedangkan Cu dan Zn bersifat diamagnetik. Untuk Fe, Co, dan Ni bersifat feromagnetik, yaitu kondisi yang sama dengan paramagnetik hanya saja dalam keadaan padat.
Ø  Ion Berwarna
      Tingkat energi elektron pada unsur-unsur transisi yang hampir sama menyebabkan timbulnya warna pada ion-ion logam transisi. Hal ini terjadi karena elektron dapat bergerak ke tingkat yang lebih tinggi dengan mengabsorpsi sinar tampak. Pada golongan transisi, subkulit 3d yang belum terisi penuh menyebabkan elektron pada subkulit itu menyerap energi cahaya, sehingga elektronnya tereksitasi dan memancarkan energi cahaya dengan warna yang sesuai dengan warna cahaya yang dapat dipantulkan pada saat kembali ke keadaan dasar. Misalnya Ti2+ berwarna ungu, Ti4+ tidak berwarna, Co2+ berwarna merah muda, Co3+ berwarna biru, dan lain sebagainya.
Beberapa kegunaan unsur-unsur transisi
a. Skandium, digunakan pada lampu intensitas tinggi.
b. Titanium, digunakan pada industri pesawat terbang dan industri kimia (pemutih kertas, kaca, keramik, dan kosmetik).
c. Vanadium, digunakan sebagai katalis pada pembuatan asam sulfat.
d. Kromium, digunakan sebagai plating logam-logam lainnya.
e. Mangan, digunakan pada produksi baja dan umumnya alloy manganbesi.
f. Besi, digunakan pada perangkat elektronik.
g. Kobalt, digunakan untuk membuat aliansi logam.
h. Nikel, digunakan untuk melapisi logam supaya tahan karat, membuat monel.
i. Tembaga, digunakan pada alat-alat elektronik dan perhiasan.
j. Seng, digunakan sebagai bahan cat putih, antioksidan pada pembuatan ban mobil, dan bahan untuk melapisi tabung gambar televisi.
B.     Hipotesis
Ø  Nasi Putih akan menghasilkan nyala api berwarna Orange kemerahan .
Ø  Rambut beruban akan menghasilkan nyala api berwarna Orange kemerahan .
Ø  Batang pisang akan menghasilkan nyala api berwarna Pink .
Ø  Kayu akan menghasilkan nyala api berwarna Orange kemerahan .
III.            Alat & Bahan
      Alat           :
·   Kawat nicrom
·  Tissu
·  Lateks
·  Masker
·  Korek api
·  Silet
·  Kaca arloji
·  Gelas ukur
·  Pembakar bunsen
·  Pipet tetes

      Bahan       :
·   Nasi Putih
·   Batang Pisang
·   Kayu
·   Uban

IV.            Prosedur Kerja
1.      Mengucapkan  Basmalah
2.      Siapkan semua alat dan  bahan yang dibutuhkan.
3.      Sterilkan kawat nikrom  dengan cara dicelupkan ke dalam HCl kemudian dibakar, lakukan berulang kali sampai api tersebut ke warna asal (merah).
4.      Setelah kawat nikrom telah steril, ambil sampel yang akan diuji coba. Dengan cara dibakar, kemudian catat perubahan warna yang terjadi pada sampel tersebut.
5.      Lakukan dengan cara yang sama pada setiap sampel yang akan diuji.
6.      Setelah selesai ucapkan kalimat hamdalah .

V.            Data Pengamatan
       I.Data Pra Eksperimen
No.
Sampel
Warna ( Nyala Api )
1.
Nasi Putih
Orange
2.
Uban
Orange
3.
Batang Pisang
Orange
4.
Kayu
Orange






    II.Data Pasca Eksperimen
No.
Sampel
Warna ( Nyala Api )
1.
Nasi Putih
Orange kemerahan
2.
Uban
Orange kemerahan
3.
Batang Pisang
Pink
4.
Kayu
Orange kemerahan
VI.            Analisis Data
 III.            Data Hasil
No.
Sampel
Warna ( Nyala Api )
1.
Nasi Putih
Foto0122.jpg






                                                                      ( Orange –                                 Kemerahan )
2.
Uban
Foto0105.jpg



                                                                ( Orange –                                   Kemerahan )

3.
Batang Pisang
uban.jpg


                                                                ( Pink )



4.
Kayu
kayu copy.jpg



                                                                ( Orange –                                   Kemerahan )
                                    

VII.            Simpulan
Ø  Nasi Putih
      Warna nyala yang dihasilkan pada uji nyala terhadap nasi putih adalah orange kemerahan. Hal ini berarti unsur dominan yang terkandung pada nasi putih ialah unsur Carbon ( C ). Berikut adalah penjelasan mengenai unsur Carbon :

ü  Carbon
                  Karbon ditemukan di alam dalam tiga bentuk alotropik: amorphous, grafit dan berlian. Grafit ditemukan dalam dua bentuk: alfa dan beta. Mereka memiliki sifat identik., kecuali struktur kristal mereka. Grafit alami dilaporkan mengandung sebanyak 30% bentuk beta, sedangkan bahan sintesis memiliki bentuk alfa. Bentuk alfa hexagonal dapat dikonversi ke beta melalui proses mekanikal, dan bentuk beta kembali menjadi bentuk alfa dengan cara memanaskannya pada suhu di atas 1000 derajat Celcius. Karbon juga merupakan bahan batu besar dalam bentuk karbonat unsur-unsur berikut: kalsium, magnesium, dan besi. Batubara, minyak dan gas bumi adalah hidrokarbon. Karbon sangat unik karena dapat membentuk banyak senyawa dengan hidrogen, oksigen, nitrogen dan unsur-unsur lainnya. Dalam banyak senyawa ini atom karbon sering terikat dengan atom karbon lainnya. Ada sekitar sepuluh juta senyawa karbon, ribuan di antaranya sangat vital bagi kehidupan. Tanpa karbon, basis kehidupan menjadi mustahil. Walau silikon pernah diperkirakan dapat menggantikan karbon dalam membentuk beberapa senyawa, sekarang ini diketahui sangat sukar membentuk senyawa yang stabil dengan untaian atom-atom silikon. Atmosfir planet Mars mengandung 96,2% CO2. Beberapa senyawa-senyawa penting karbon adalah karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), karbon disulfida (CS2), kloroform (CHCl3), karbon tetraklorida (CCl4), metana (CH4), etilen (C2H4), asetilen (C2H2), benzena (C6H6), asam cuka(CH3COOH) dan turunan-turunan mereka.
Ø  Rambut Beruban
      Warna nyala yang dihasilkan pada uji nyala terhadap rambut beruban adalah orange kemerahan. Hal ini berarti unsur dominan yang terkandung pada nasi putih ialah unsur Carbon ( C ). Penjelasan mengenai unsur Carbon telah diuraikan di atas .
Ø  Batang Pisang
      Warna nyala yang dihasilkan pada uji nyala terhadap batang pisang adalah merah muda atau pink. Hal ini berarti unsur dominan yang terkandung pada batang pisang adalah unsur Kalium ( K ). Berikut adalah penjelasan mengenai unsur Kalium :
ü  Kalium
            Logam ini merupakan logam ketujuh paling banyak dan terkandung sebanyak 2.4% (berat) di dalam kerak bumi. Kebanyakan mineral kalium tidak terlarut dalam air dan unsur kalium sangat sulit diambil dari mineral-mineral tersebut. Mineral-mineral tertentu, seperti sylvite, carnalite, langbeinite, dan polyhalite ditemukan di danau purba dan dasar laut yang membentuk deposit dimana kalium dan garam-garamnya dengan mudah dapat diambil. Kalium juga ditemukan di samudra, tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit ketimbang natrium. Kalium banyak terkandung pada pupuk. Kalium merupakan bahan penting untuk pertumbuhan tanaman dan banyak ditemukan di dalam tanah. Campuran logam natrium dan kalium (NaK) digunakan sebagai media perpindahan panas. Banyak garam-garam kalium seperti hidroksida, nitrat, karbonat, klorida, klorat, bromida, ioda, sianida, sulfat, kromat dan dikromat sangat penting untuk banyak kegunaan. Unsur ini sangat reaktif dan yang paling elektropositif di antara logam-logam. Kalium juga merupakan  logam yang sangat ringan. Elemen ini cepat sekali teroksida dengan udara dan harus disimpan dalam kerosene (minyak tanah). Seperti halnya dengan logam-logam lain dalam grup alkali, kalium mendekomposisi air dan menghasilkan gas hidrogen. Unsur ini juga mudah terbakar pada air.

Ø  Kayu 
      Warna nyala yang dihasilkan pada uji nyala terhadap kayu adalah orange kemerahan. Hal ini berarti unsur dominan yang terkandung pada kayu ialah unsur Carbon ( C ). Penjelasan mengenai unsur Carbon telah diuraikan di atas .

VIII.            Pertanyaan
1.      Apa fungsi dari HCl pada prcobaan uji nyala ?
Jawaban         :  Dalam percobaan ini digunakan HCl untuk membersihkan kawat nikrom karena HCl dapat melarutkan pengotor-pengotornya / zat pengganggu yang mungkin menempel pada kawat nikrom sehingga pengotor tersebut akan mudah menguap dari kawat, sehingga kawat benar-benar bersih. Selain itu pembakaran HCl tidak memberikan warna sehingga tidak mempengaruhi atau mengganggu warna nyala logam alkali dan alkali tanah ketika diamati.
2.      Mengapa suatu unsur ketika dilakukan uji nyala bisa menghasilkan warna nyala tertentu (khas)?
Jawaban         : Pada dasarnya, apabila suatu senyawa kimia dipanaskan, maka akan terurai menghasilkan unsur-unsur penyusunnya dalam wujud gas atau uap. Kemudian, atom-atom dari unsur logam tersebut mampu menyerap sejumlah energi tinggi (keadaan tereksitasi). Pada keadaan energi tinggi, atom logam tersebut sifatnya tidak stabil sehingga mudah kembali ke keadaan semula (berenergi rendah) dengan cara memancarkan energi yang diserapnya dalam bentuk cahaya. Besarnya energi yang diserap atau yang dipancarkan oleh setiap atom unsur logam bersifat khas. Hal ini dapat ditujukkan dari warna nyala atom-atom logam yang mampu meneyerap radiasi cahaya didaerah sinar tampak.

















IX.            Foto0091.jpgDokumentasi
Foto0095.jpgFoto0090.jpg
gnm,.jpg















Foto0097.jpg 
DAFTAR PUSTAKA
http://catatankimia.com/catatan/tag/warna-nyala-kalium\ (diakses 31 November 2012, Pukul : 19.00 )

1 komentar:

  1. Harrah's Casino Atlantic City - jtmhub.com
    Enjoy a night of glamour 평택 출장안마 at Harrah's Hotel and Casino. We offer a wide 강릉 출장마사지 variety of table games. A unique 경산 출장안마 live 춘천 출장샵 gaming experience, dining options 통영 출장샵 and

    BalasHapus