LAPORAN
EKSPERIMEN
UJI NYALA PADA
NASI PUTIH, RAMBUT BERUBAN,
KAYU dan BATANG
PISANG
![]() |
Disusun
Oleh : Kelompok 5
Anggota :
1. Anissa
Marleen Fitriyani
2. Halimah
Assa’diyah
3. Lisda
Nurmala
4. Rizky
Amalia Latief
Kelas
: XII IPA 1
MAN 2 KOTA
CIREBON
Jalan Pelandakan No. 1
2012 M / 1433 H
UJI NYALA PADA
NASI PUTIH, RAMBUT BERUBAN,
BATANG POHON
PISANG dan KAYU
I.
Tujuan
Menyelidiki
warna nyala pada nasi putih, rambut beruban, batang pohon pisang dan kayu .
II.
Teori
Dasar dan Hipotesis
A.
Teori
Dasar
Ø Keberadaan Unsur-unsur di Alam
Dari 118 unsur yang diketahui, sekitar 90 unsur berada di alam
dan sisanya merupakan unsur-unsur sintesis (unsur buatan). Sebagian dari unsur
tersebut terdapat sebagai unsur bebas, tetapi lebih banyak yang berupa senyawa,
sedangkan unsur-unsur gas mulia terdapat sebagai unsur bebas. Sebagian besar
logam diperoleh dan deposit tanah, bahan-bahan alam yang mengandung unsur atau
senyawa tertentu disebut juga sebagai mineral.
Ø Berikut adalah sifat-sifat yang
terdapat pada beberapa unsur :
1.
Sifat-sifat
Unsur Golongan Utama
a. Sifat Halogen
Ø
Halogen
merupakan golongan yang sangat reaktif dalam menerima elektron dan bertindak
sebagai oksidator kuat dalam satu golongan. Makin ke atas, oksidator makin
kuat.
Ø
Keelektronegatifan
halogen dalam satu golongan makin ke atas makin besar.
Ø
Jari-jari
atom halogen dalam satu golongan makin ke atas makin kecil .Ini berarti makin
ke atas ukuran molekul makin kecil, maka gaya tarik-menarik antar-molekul (gaya
Van der Waals) akan makin kecil. Perhatikan juga titik didih dan titik
lelehnya, makin ke atas makin kecil..
Ø
Unsur
golongan halogen bersifat oksidator. makin ke atas, daya oksidasinya
(oksidator) makin kuat.
Ø
Mempunyai
bilangan oksidasi lebih dari satu, kecuali fluor.
b. Sifat Fisika Halogen

2.
Gas
Mulia
Unsur-unsur gas mulia dalam sistem periodik menempati golongan VIII A yang terdiri dari unsur Helium (He), Neon (Ne), Argon (Ar), Kripton (Kr), Xenon (Xe) dan Radon (Rn).
Unsur-unsur gas mulia dalam sistem periodik menempati golongan VIII A yang terdiri dari unsur Helium (He), Neon (Ne), Argon (Ar), Kripton (Kr), Xenon (Xe) dan Radon (Rn).
Ø Sifat Gas Mulia
Wujud gas mulia
Unsur gas mulia terdapat sebagai gas tak berwarna yang monoatomik, ini erat kaitannya dengan struktur elektron oktet dan duplet dari gas mulia. Sedangkan wujud gas pada suhu kamar disebabkan titik cair dan titik didih gas mulia yang rendah.
Unsur gas mulia terdapat sebagai gas tak berwarna yang monoatomik, ini erat kaitannya dengan struktur elektron oktet dan duplet dari gas mulia. Sedangkan wujud gas pada suhu kamar disebabkan titik cair dan titik didih gas mulia yang rendah.
Titik cair dan titik didih
Titik cair dan titik didih gas mulia meningkat dengan bertambahnya nomor atom. Hal ini disebabkan semakin bertambahnya gaya dispersi antar atom gas mulia sesuai bertambahnya massa atom relatif (Ar).
Titik cair dan titik didih gas mulia meningkat dengan bertambahnya nomor atom. Hal ini disebabkan semakin bertambahnya gaya dispersi antar atom gas mulia sesuai bertambahnya massa atom relatif (Ar).
Kelarutan
Kelarutan gas mulia dalam air bertambah besar dari Helium (He) hingga Radon (Rn). Pada suhu 0 °C dalam 100 ml air terlarut 1 ml He, 6 ml Ar, dan 50 ml Rn.
Kelarutan gas mulia dalam air bertambah besar dari Helium (He) hingga Radon (Rn). Pada suhu 0 °C dalam 100 ml air terlarut 1 ml He, 6 ml Ar, dan 50 ml Rn.
3.
Alkali
Dapat
dilihat bahwa sebagai logam, golongan alkali tanah mempunyai sifat yang tidak
biasa, yaitu titik lelehnya yang relatif rendah, rapatannya yang relatif
rendah, dan kelunakannya. Semua unsur logam alkali ini dapat dengan mudah
diubah bentuknya dengan memencetnya di antara jempol dan jari telunjuk (dengan
melindungi kulit baik-baik). Unsur-unsur pada golongan ini mempunyai energi
ionisasi dan keelektronegatifan ratarata yang paling rendah. Hal ini
dikarenakan ukuran atom dan jarak yang relatif besar antara elektron terluar
dengan inti
2. Sifat Kimia Alkali
4. Logam Alkali Tanah
Unsur logam alkali tanah (IIA) ini
terdiri dari Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra. Golongan ini mempunyai sifat-sifat
yang mirip dengan golongan IA.
2. Sifat Kimia Alkali Tanah
5. Unsur Perioda Ketiga
a.
Sifat
Fisika Unsur-unsur Periode Ketiga
Unsur-unsur
yang ada di dalam periode ketiga terdiri dari unsur logam (Na, Mg, Al),
metaloid (Si), nonlogam (P, S, Cl), dan gas mulia (Ar). Keelektronegatifan
unsur-unsur periode ketiga semakin ke kanan semakin besar diakibatkan oleh
jari-jari atomnya yang semakin ke kanan semakin kecil. Kekuatan ikatan
antaratom dalam logam meningkat (dari Na ke Al). Hal ini berkaitan dengan
pertambahan elektron valensinya. Unsur ini mempunyai ikatan kovalen yang sangat
besar, begitu juga dengan fosfor, belerang, dan klorin yang merupakan isolator
karena termasuk unsur nonlogam.
b.
Sifat
Kimia Unsur-unsur Periode Ketiga
Natrium
merupakan reduktor terkuat, sedangkan klorin merupakan oksidator terkuat.
Meskipun natrium, magnesium, dan aluminium merupakan reduktor kuat, tetapi kereaktifannya
berkurang dari Na ke Al. Sedangkan silikon merupakan reduktor yang sangat
lemah, jadi hanya dapat bereaksi dengan oksidator-oksidator kuat, misalnya
klorin dan oksigen. Di lain pihak selain sebagai reduktor, fosfor juga
merupakan oksidator lemah yang dapat mengoksidasi reduktor kuat, seperti logam
aktif. Sedangkan belerang yang mempunyai daya reduksi lebih lemah daripada
fosfor ternyata mempunyai daya pengoksidasi lebih kuat daripada fosfor.
Sementara klorin dapat mengoksidasi hampir semua logam dan nonlogam karena
klorin adalah oksidator kuat.
6.
Unsur
Transisi
Pada
sistem periodik unsur, yang termasuk dalam golongan transisi adalah unsur-unsur
golongan B, dimulai dari IB – VIIB dan VIII. Pada bagian ini unsur-unsur
transisi yang akan dibahas adalah unsur transisi pada periode 4, yang terdiri
dari skandium (Sc), titanium (Ti), vanadium (V), krom (Cr), mangan (Mn), besi
(Fe), kobalt (Co), nikel (Ni), tembaga (Cu), dan seng (Zn).
Ø Sifat Logam Transisi
Semua unsur transisi adalah logam,
yang bersifat lunak, mengkilap, dan penghantar listrik dan panas yang baik.
Dibandingkan dengan golongan IA dan IIA, unsur logam transisi lebih keras,
punya titik leleh, titik didih, dan kerapatan lebih tinggi. Hal ini disebabkan
karena unsur transisi berbagi elektron pada kulit d dan s, sehingga ikatannya
semakin kuat.
Ø Bilangan Oksidasi
Tidak
seperti golongan IA dan IIA yang hanya mempunyai bilangan oksidasi +1 dan +2,
unsur-unsur logam transisi mempunyai beberapa bilangan oksidasi. Seperti
vanadium yang punya bilangan oksidasi +2, +3, dan +4.
Ø Sifat Kemagnetan
Setiap
atom dan molekul mempunyai sifat magnetik, yaitu paramagnetik, di mana atom,
molekul, atau ion sedikit dapat ditarik oleh medan magnet karena ada elektron
yang tidak berpasangan pada orbitalnya dan diamagnetik, di mana atom, molekul,
atau ion dapat ditolak oleh medan magnet karena seluruh elektron pada orbitnya
berpasangan. Sedangkan pada umumnya unsur-unsur transisi bersifat paramagnetik
karena mempunyai elektron yang tidak berpasangan pada orbital-orbital d-nya.
Sifat paramagnetik ini akan semakin kuat jika jumlah elektron yang tidak
berpasangan pada orbitalnya semakin banyak. Logam Sc, Ti, V, Cr, dan Mn
bersifat paramagnetik, sedangkan Cu dan Zn bersifat diamagnetik. Untuk Fe, Co,
dan Ni bersifat feromagnetik, yaitu kondisi yang sama dengan paramagnetik hanya
saja dalam keadaan padat.
Ø Ion Berwarna
Tingkat energi elektron pada unsur-unsur
transisi yang hampir sama menyebabkan timbulnya warna pada ion-ion logam
transisi. Hal ini terjadi karena elektron dapat bergerak ke tingkat yang lebih
tinggi dengan mengabsorpsi sinar tampak. Pada golongan transisi, subkulit 3d
yang belum terisi penuh menyebabkan elektron pada subkulit itu menyerap energi
cahaya, sehingga elektronnya tereksitasi dan memancarkan energi cahaya dengan
warna yang sesuai dengan warna cahaya yang dapat dipantulkan pada saat kembali
ke keadaan dasar. Misalnya Ti2+ berwarna ungu, Ti4+ tidak
berwarna, Co2+ berwarna merah muda, Co3+ berwarna biru,
dan lain sebagainya.
Beberapa kegunaan unsur-unsur
transisi
a. Skandium, digunakan pada lampu intensitas tinggi.
b. Titanium, digunakan pada industri pesawat terbang dan industri kimia (pemutih kertas, kaca, keramik, dan kosmetik).
c. Vanadium, digunakan sebagai katalis pada pembuatan asam sulfat.
d. Kromium, digunakan sebagai plating logam-logam lainnya.
e. Mangan, digunakan pada produksi baja dan umumnya alloy manganbesi.
f. Besi, digunakan pada perangkat elektronik.
g. Kobalt, digunakan untuk membuat aliansi logam.
h. Nikel, digunakan untuk melapisi logam supaya tahan karat, membuat monel.
i. Tembaga, digunakan pada alat-alat elektronik dan perhiasan.
j. Seng, digunakan sebagai bahan cat putih, antioksidan pada pembuatan ban mobil, dan bahan untuk melapisi tabung gambar televisi.
a. Skandium, digunakan pada lampu intensitas tinggi.
b. Titanium, digunakan pada industri pesawat terbang dan industri kimia (pemutih kertas, kaca, keramik, dan kosmetik).
c. Vanadium, digunakan sebagai katalis pada pembuatan asam sulfat.
d. Kromium, digunakan sebagai plating logam-logam lainnya.
e. Mangan, digunakan pada produksi baja dan umumnya alloy manganbesi.
f. Besi, digunakan pada perangkat elektronik.
g. Kobalt, digunakan untuk membuat aliansi logam.
h. Nikel, digunakan untuk melapisi logam supaya tahan karat, membuat monel.
i. Tembaga, digunakan pada alat-alat elektronik dan perhiasan.
j. Seng, digunakan sebagai bahan cat putih, antioksidan pada pembuatan ban mobil, dan bahan untuk melapisi tabung gambar televisi.
B.
Hipotesis
Ø
Nasi Putih akan menghasilkan nyala api
berwarna Orange kemerahan .
Ø
Rambut beruban akan menghasilkan nyala
api berwarna Orange kemerahan .
Ø
Batang pisang akan menghasilkan nyala
api berwarna Pink .
Ø
Kayu akan menghasilkan nyala api
berwarna Orange kemerahan .
III.
Alat
& Bahan
Alat :
· Kawat nicrom
· Tissu
· Lateks
· Masker
· Korek api
· Silet
· Kaca arloji
· Gelas ukur
· Pembakar bunsen
· Pipet tetes
Bahan :
· Nasi
Putih
· Batang
Pisang
· Kayu
· Uban
IV.
Prosedur
Kerja
1.
Mengucapkan Basmalah
2.
Siapkan
semua alat dan bahan yang dibutuhkan.
3.
Sterilkan kawat nikrom dengan
cara dicelupkan ke dalam HCl kemudian dibakar, lakukan berulang kali sampai api
tersebut ke warna asal (merah).
4.
Setelah
kawat
nikrom telah steril, ambil
sampel yang akan
diuji coba. Dengan cara dibakar, kemudian catat perubahan warna yang terjadi
pada sampel tersebut.
5.
Lakukan
dengan cara yang sama pada setiap sampel yang akan diuji.
6.
Setelah selesai ucapkan kalimat hamdalah
.
V.
Data
Pengamatan
I.Data Pra Eksperimen
|
No.
|
Sampel
|
Warna
( Nyala Api )
|
|
1.
|
Nasi Putih
|
Orange
|
|
2.
|
Uban
|
Orange
|
|
3.
|
Batang Pisang
|
Orange
|
|
4.
|
Kayu
|
Orange
|
II.Data Pasca Eksperimen
|
No.
|
Sampel
|
Warna
( Nyala Api )
|
|
1.
|
Nasi
Putih
|
Orange
kemerahan
|
|
2.
|
Uban
|
Orange
kemerahan
|
|
3.
|
Batang
Pisang
|
Pink
|
|
4.
|
Kayu
|
Orange
kemerahan
|
VI.
Analisis
Data
III.
Data
Hasil
|
No.
|
Sampel
|
Warna
( Nyala Api )
|
|
1.
|
Nasi
Putih
|
![]()
( Orange – Kemerahan )
|
|
2.
|
Uban
|
![]()
( Orange – Kemerahan
)
|
|
3.
|
Batang
Pisang
|
![]()
( Pink )
|
|
4.
|
Kayu
|
![]()
( Orange
–
Kemerahan )
|
VII.
Simpulan
Ø Nasi Putih
Warna nyala yang dihasilkan pada uji nyala
terhadap nasi putih adalah orange kemerahan. Hal ini berarti unsur dominan yang
terkandung pada nasi putih ialah unsur Carbon ( C ). Berikut adalah penjelasan
mengenai unsur Carbon :
ü Carbon
Karbon
ditemukan di alam dalam tiga bentuk alotropik: amorphous, grafit dan berlian.
Grafit ditemukan dalam dua bentuk: alfa dan beta. Mereka memiliki sifat
identik., kecuali struktur kristal mereka. Grafit alami dilaporkan mengandung
sebanyak 30% bentuk beta, sedangkan bahan sintesis memiliki bentuk alfa. Bentuk
alfa hexagonal dapat dikonversi ke beta melalui proses mekanikal, dan bentuk
beta kembali menjadi bentuk alfa dengan cara memanaskannya pada suhu di atas
1000 derajat Celcius. Karbon juga merupakan bahan batu besar dalam bentuk
karbonat unsur-unsur berikut: kalsium, magnesium, dan besi. Batubara, minyak
dan gas bumi adalah hidrokarbon. Karbon sangat unik karena dapat membentuk
banyak senyawa dengan hidrogen, oksigen, nitrogen dan unsur-unsur lainnya.
Dalam banyak senyawa ini atom karbon sering terikat dengan atom karbon lainnya.
Ada sekitar sepuluh juta senyawa karbon, ribuan di antaranya sangat vital bagi
kehidupan. Tanpa karbon, basis kehidupan menjadi mustahil. Walau silikon pernah
diperkirakan dapat menggantikan karbon dalam membentuk beberapa senyawa,
sekarang ini diketahui sangat sukar membentuk senyawa yang stabil dengan
untaian atom-atom silikon. Atmosfir planet Mars mengandung 96,2% CO2.
Beberapa senyawa-senyawa penting karbon adalah karbon dioksida (CO2),
karbon monoksida (CO), karbon disulfida (CS2), kloroform (CHCl3),
karbon tetraklorida (CCl4), metana (CH4), etilen (C2H4),
asetilen (C2H2), benzena (C6H6),
asam cuka(CH3COOH) dan turunan-turunan mereka.
Ø Rambut Beruban
Warna nyala yang dihasilkan pada uji nyala
terhadap rambut beruban adalah orange kemerahan. Hal ini berarti unsur dominan
yang terkandung pada nasi putih ialah unsur Carbon ( C ). Penjelasan mengenai unsur Carbon telah diuraikan di atas .
Ø Batang Pisang
Warna
nyala yang dihasilkan pada uji nyala terhadap batang pisang adalah merah muda
atau pink. Hal ini berarti unsur dominan yang terkandung pada batang pisang
adalah unsur Kalium ( K ). Berikut adalah penjelasan mengenai unsur Kalium :
ü Kalium
Logam ini merupakan logam ketujuh
paling banyak dan terkandung sebanyak 2.4% (berat) di dalam kerak bumi.
Kebanyakan mineral kalium tidak terlarut dalam air dan unsur kalium sangat
sulit diambil dari mineral-mineral tersebut. Mineral-mineral tertentu, seperti sylvite,
carnalite, langbeinite, dan polyhalite ditemukan di danau purba
dan dasar laut yang membentuk deposit dimana kalium dan garam-garamnya dengan
mudah dapat diambil. Kalium juga ditemukan di samudra, tetapi dalam jumlah yang
lebih sedikit ketimbang natrium. Kalium banyak terkandung pada pupuk. Kalium
merupakan bahan penting untuk pertumbuhan tanaman dan banyak ditemukan di dalam
tanah. Campuran logam natrium dan kalium (NaK) digunakan sebagai media
perpindahan panas. Banyak garam-garam kalium seperti hidroksida, nitrat,
karbonat, klorida, klorat, bromida, ioda, sianida, sulfat, kromat dan dikromat
sangat penting untuk banyak kegunaan. Unsur ini sangat reaktif dan yang paling
elektropositif di antara logam-logam. Kalium juga merupakan logam yang sangat ringan. Elemen ini cepat
sekali teroksida dengan udara dan harus disimpan dalam kerosene
(minyak tanah). Seperti halnya dengan logam-logam lain dalam grup alkali,
kalium mendekomposisi air dan menghasilkan gas hidrogen. Unsur ini juga mudah
terbakar pada air.
Ø Kayu
Warna nyala yang dihasilkan pada uji nyala
terhadap kayu adalah orange kemerahan. Hal ini berarti unsur dominan yang
terkandung pada kayu ialah unsur Carbon ( C ). Penjelasan mengenai unsur Carbon telah diuraikan di atas .
VIII.
Pertanyaan
1. Apa
fungsi dari HCl pada prcobaan uji nyala ?
Jawaban : Dalam percobaan ini digunakan HCl untuk
membersihkan kawat nikrom karena HCl dapat melarutkan pengotor-pengotornya /
zat pengganggu yang mungkin menempel pada kawat nikrom sehingga pengotor
tersebut akan mudah menguap dari kawat, sehingga kawat benar-benar bersih.
Selain itu pembakaran HCl tidak memberikan warna sehingga tidak mempengaruhi
atau mengganggu warna nyala logam alkali dan alkali tanah ketika diamati.
2. Mengapa
suatu unsur ketika dilakukan uji nyala bisa menghasilkan warna nyala tertentu
(khas)?
Jawaban :
Pada dasarnya, apabila suatu senyawa kimia dipanaskan, maka akan terurai
menghasilkan unsur-unsur penyusunnya dalam wujud gas atau uap. Kemudian,
atom-atom dari unsur logam tersebut mampu menyerap sejumlah energi tinggi
(keadaan tereksitasi). Pada keadaan energi tinggi, atom logam tersebut sifatnya
tidak stabil sehingga mudah kembali ke keadaan semula (berenergi rendah) dengan
cara memancarkan energi yang diserapnya dalam bentuk cahaya. Besarnya energi
yang diserap atau yang dipancarkan oleh setiap atom unsur logam bersifat khas.
Hal ini dapat ditujukkan dari warna nyala atom-atom logam yang mampu meneyerap
radiasi cahaya didaerah sinar tampak.
IX.
Dokumentasi
Dokumentasi 


DAFTAR
PUSTAKA
http://catatankimia.com/catatan/tag/warna-nyala-kalium\
(diakses 31 November 2012, Pukul : 19.00 )
http://www.chem-is-try.org/kategori/materi_kimia/kimia_anorganik1/page/2/
(diakses 31 November 2012, Pukul : 19.17 )
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_anorganik1/unsur-unsur_golongan_1/uji_nyala/
(diakses 31 November 2012, Pukul : 19.34
)











Harrah's Casino Atlantic City - jtmhub.com
BalasHapusEnjoy a night of glamour 평택 출장안마 at Harrah's Hotel and Casino. We offer a wide 강릉 출장마사지 variety of table games. A unique 경산 출장안마 live 춘천 출장샵 gaming experience, dining options 통영 출장샵 and